Selasa, 18 November 2014

HAMKA



Sedarkan engkau betapa pentingnya bayang-bayang dan keteduhan untuk hidupmu? Bukankah dalam perjalanan musafir yang jauh, apabila bertemu sebuah wadi yang banyak kayu-kayuan, kamu pun berteduh ke tempat itu untuk melepaskan lelah? Sedarkah engkau bahawa engkau sendiri pun khaimah untuk mencari keteduhan? Bahkan engkau mendirikan rumah untuk berteduh. Dengan bayang-bayang dan keteduhan engkau memulihkan kembali kekuatan yang telah hilang kerana teriknya panas.Dan matahari ialah dalil petanda satu-satunya daripada kejadian itu.
....................Tafsir al-Azhar..............

HAMKA



Maka orang-orang yang sudi membaca al-Quran dengan saksama  dan faham akan keindahan bahasanya kerana bahasa al-Quran memang bahasa wahyu, maka merasailah betapa menaik, mendatar dan menurunnya gelora ombak ancaman dan pujukan Ilahi. Sejak daripada ancaman siksa neraka sampai kepada ajakan berfikir. Di situlah rahsia ajaran agama Islam yang sejati. Isinya ialah imbangan antara rayuan dan ancaman, kemurkaan diiringi kasih sayang, azab siksa dan persedian memberi ampun. Oleh sebab itu maka dalam hati seseorang mukmin terasalah raghaban (pengharapan) dan rahaban (kecemasan) atau khauf (rasa takut) atau rajaa (kerinduan)

..........Tafsir al-Azhar...............

Jumaat, 14 November 2014

Khairil Anwar


Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”

Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!

Khairil Anwar


Doa
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Khairil Anwar


Aku

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Khamis, 13 November 2014

HAMKA


Berani memberikan pelajaran tentang hidup, pada hal dia sendiri tidak berani masuk ke dalam gelanggang hidup.

Rabu, 12 November 2014

HAMKA



Sikapnya angin-anginan. Kalau datang orang memuji-mujinya setinggi langit, kembang kempislah hidungnya kerana girang. Apa yang diminta kepadanya ketika itu akan dapat saja. Akan tetapi kalau hatinya sudah benci, mukanya berubah sekali. Kekusutan perasaan dan hawanya itu membayang kepada mukanya. Apabila dia marah, dirinya tidak dapat dikendalikannya. Dia tidak dapat menguasai dirinya sebab hawanya menjadi tuhannya.