Jumaat, 14 November 2014

Khairil Anwar


Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini
pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau lebih banyak tahu.
“Sudah lima anak bernyawa di sini,
Aku salah satu!”

Ibuku tertidur dalam tersedu,
Keramaian penjara sepi selalu,
Bapakku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu!

Sekeliling dunia bunuh diri!
Aku minta adik lagi pada
Ibu dan bapakku, karena mereka berada
d luar hitungan: Kamar begini
3 x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!

Khairil Anwar


Doa
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Khairil Anwar


Aku

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Khamis, 13 November 2014

HAMKA


Berani memberikan pelajaran tentang hidup, pada hal dia sendiri tidak berani masuk ke dalam gelanggang hidup.

Rabu, 12 November 2014

HAMKA



Sikapnya angin-anginan. Kalau datang orang memuji-mujinya setinggi langit, kembang kempislah hidungnya kerana girang. Apa yang diminta kepadanya ketika itu akan dapat saja. Akan tetapi kalau hatinya sudah benci, mukanya berubah sekali. Kekusutan perasaan dan hawanya itu membayang kepada mukanya. Apabila dia marah, dirinya tidak dapat dikendalikannya. Dia tidak dapat menguasai dirinya sebab hawanya menjadi tuhannya.

HAMKA


Hidup laksana batu karang di hujung pulau. Betapa besarnya gelombang menimpakan dirinya atas batu karang itu, namun segala zat yang timpakannya hanyalah menambah teguh pendiriannya itu.

Abu Hayyan al-Aydrus



Kata-kata itu ialah cahaya
Seumpama jendela memandang dunia
Kecil bingkainya hilanglah seribu warna
Tepat letaknya hadirlah sejuta rahsia
Dan silir-semilir haruman puspa
Mengalunkan jodoh idaman bujangga
Ilham episod cinta leluhur cendikia